Perselisihan Umatku Adalah Rahmat

Awas Hadist Palsu

Perselisihan Adalah Rahmat

اِخْتِلاَفُ أُمَّتِي رَحْمَةٌ

“Perselisihan umatku adalah rahmat”.

Perkataan ini dibawakan oleh Nashr Al-Maqdasi dalam Al-Hujjah dan Al-Baihaqi dalam Ar-Risalatul Asy’ariyyah tanpa sanad.

Syaikh Al-Albani -rahimahullah- berkata dalam Adh-Dho’ifah no. 57, “Tidak ada asalnya (arab: laa ashla lahu), dan para muhadditsin (ahli hadits) telah mengerahkan segenap upaya mereka untuk menemukan sanadnya akan tetapi mereka tidak menemukannya”.

Oleh karena itulah, Al-Munawy menukil dari Imam As-Subki bahwa beliau menyatakan, “(Ucapan ini) tidak dikenal di kalangan para muhaaditsin, dan saya tidak menemukan untuknya sanad yang shahih, tidak pula (sanad) yang lemah dan tidak pula (sanad) yang palsu.”

Adapun dari sisi matan (redaksi) hadits, maka Imam Ibnu Hazm setelah mengisyaratkan bahwa ucapan di atas bukanlah hadits Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, beliau menegaskan, “Ini adalah termasuk di antara ucapan yang paling rusak, karena jika seandainya perselisihan adalah rahmat maka tentunya persatuan adalah siksaan, dan hal ini tentunya tidak akan dikatakan oleh muslim manapun”.

Lihat: Adh-Dhaifah (57), Al-Asrar Al-Marfuah (506) dan Tanzih Asy-Syariah (2/402)

www.al-atsariyyah.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s