Dari Manakah Asalnya Beduk?

Dari Manakah Asalnya Beduk?

Dari Manakah Asalnya Beduk?

Pertanyaan :
[Seorang mantan Pandita Hindu ditanya]

Dari manakah asalnya beduk ?

Jawab :

Sebagian sekte Hindu beranggapan bahwa dhak (beduk) itu semula dibawa Dewa-dewa dari Swarga. Di kuil Iswara di Helebeid Maisur India yang dibangun Raja Narasingha (1136-1171) dilukiskan para Dewa membawa beduk. Dewa Surya menghentikan keretanya tepat tengah hari, sehingga segala pekerjaan harus dihentikan sebab akan keluar Dewa-dewa jahat. Untuk tanda meninggalkan pekerjaan, sejak itu dipukullah dhak (beduk). Dalam Surya Deul (pura hitam) di Konara Orissa, dipatungkan kereta Surya tengah berhenti.

Beduk KuilKetika Islam tersebar di Asia Tenggara dan sekitarnya, banyak kuil-kuil berbeduk yang dijadikan masjid. Beduk dalam kuil tersebut tidak disingkirkan tetapi dimanfaatkan, hanya cara dan waktu menabuh beduk itu disesuaikan dengan shalat lima waktu.

Dalam tarikh dan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ketika turun perintah shalat lima waktu, timbullah gagasan mencari alat penyeru pada shalat itu. Ada yang mengusulkan mempergunakan lonceng. Rasulullah menolak dengan tegas, karena lonceng itu dipergunakan orang Nasrani. Ada yang mengusulkan dengan terompet, Rasulullah pun menolak dengan keras, karena dipergunakan oleh orang Yahudi. Lalu ada yang mengusulkan menggunakan api, itupun ditolak karena menyerupai peribadatan Majusi. Dan ditetapkanlah panggilan shalat itu dengan adzan.

Sesungguhnya beduk telah dipergunakan dalam agama “Yang”. Beduk dalam agama Yang dipergunakan untuk memanggil arwah atau mengusirnya. Misalnya di Klenteng Kong Hu Cu dan Shinto. Jika alat-alat yang dipergunakan oleh mereka ditolak Nabi, maka bagaimanakah kiranya jika mempergunakan beduk yang berasal dari Hindu dan Klenteng itu? Dalam Islam, meniru peribadatan agama orang lain adalah tasyabbuh dan bid’ah.

Wallahu ‘Alam.

Sahabatmu Anwar Baru Belajar

Dikutip dari buku :

Santri Bertanya Mantan Pendeta Menjawab1. Santri Bertanya Mantan Pendeta (Hindu) Menjawab.

Parasit Aqidah2. Parasit Aqidah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s