Renungan Facebook

Renungan FacebookFacebook : mendekatkan yang jauh sekaligus mampu juga menjauhkan yang dekat, kok bisa?

Pernah gak melihat pemandangan, ngumpul satu meja kemudian tiap-tiap orang sibuk dengan handphone masing-masing hingga kalau boleh pinjam istilah sepupu aku, handphone/FB/BB itu menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Kawan, siapa coba yang belum tau tentang situs jejaring sosial satu ini? Facebook memang sedang mengguncang dunia. Lihat saja, HP, laptop, mungkin sampai setrika juga disediakan fasilitas untuk mengakses facebook, hehehe!

Sudah mafhum bahwa salah satu sisi positif dari situs jejaring sosial semisal facebook, membantu seseorang bisa terkoneksi dengan teman-teman yang jauh. Baik jauh dari sisi tempat tinggal maupun teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Seperti halnya yang terjadi dengan teman saya sendiri yang dengan beberapa langkah mencari anggota keluarga yang sudah hampir belasan tahun tidak bertemu akhirnya bisa bertemu kembali. Dimulai pencarian melalui google, kemudian ada link nya menuju ke accountnya di facebook, lalu add friend, chat, dan akhirnya bertemu setelah sekian lama. Alhamdulillah, jadi benar juga menurut seorang kawan, mengatakan bahwa, facebook baginya berguna untuk mendekatkan yang jauh.

Facebook bisa membantu mendekatkan yang jauh”

Apakah akan selalu demikian, oh… belum tentu, facebook pun malah bisa juga sebaliknya, baik disadari maupun tidak. Ternyata Facebook pun bisa MENJAUHKAN yang sudah dekat. Maksudnya?

Ini kisah nyata, di mana sesorang yang dari kampung, yang tadinya beraktifitas sebagai pekebun lalu kemudian karena ada tawaran pekerjaan di kota, maka berangkatlah dia ke kota yang tentu meninggalkan anak dan istrinya di kampung. Setelah sekian lama di kota dan usahanya berjalan dengan baik, setelah mengetahui adanya kegunaan dari facebook maka dengan bermaksud ingin menyambungkan silaturahim dengan teman-teman lamanya waktu di bangku SMA maupun di bangku kuliahnya, maka dibuatlah account di facebook. Setelah sekian lama berinteraksi dengan teman-teman lamanya di facebook, lama-kelamaan, sang istri dan anaknya sudah luput dari perhatiannya. Jangankan menafkahi, berkomunikasi pun sudah tidak lagi. Bahkan Lebaran kemarin pun tidak ada kontak lagi. Orang tersebut sudah lebih rajin dan lebih nyaman dengan teman-temannya melalui facebook. Di samping itu juga, entah kenapa semua friend yang ada hubungannya dengan keluarga sang istri, semuanya dihapus. Tetapi Alhamdulillah, pihak keluarga istrinya lebih pintar melihat hikmah ketimbang memikirkan peninggalan suaminya tersebut. Ikhlas menurutnya.

Contoh lain yang penulis pernah lihat adalah, ketika seorang ibu di Mall, anaknya sedang bermain di taman bermain dan si ibu mengawasinya sambil jemarinya memainkan HP modernnya. Ketika dia melihat anaknya yang sedang bertingkah naik-naik ke tempat tinggi, muka si ibu kepada si anak berubah menjadi galak diiringi bentakan, setelah sang anak nurut, mata si ibu dan tangan si ibu aktif lagi ke HP, dan seketika tersenyum dan terseyum sendiri, kemudian matanya beralih ke arah si anak lagi, dan karena si anak bertingkah lagi, muka si ibu dengan cepat berubah lagi menjadi galak, setelah itu matanya kembali ke HP lagi, dan ternyum lagi.

Ada lagi di depan mata kepala saya sendiri, seorang ibu sedang menuntun anaknya yang kira-kira masih 1,5 tahun di dekat sebuah pintu rumah makan, di mana pintu kaca tersebut bertipe terbuka dua daun, tangan sang anak hampir saja terjepit karena si anak memainkan pintu buka tutup sedangkan tangan si ibu satunya lagi asyik BB-an (Black Berry-an) yang tentu matanya fokus he HP, meskipun dari mulutnya keluar kata-kata, ‘hati-hati sayang… hati-hati sayang’ dalam hati saya (sayang opo…?????) untung saja, sang waiter/penjaga toko segera mengambil tindakan menahan pintunya agar tidak tertutup menghindari si anak terjepit.

Yang paling pokok dari persoalan dari sisi negatif facebook, justru bukan akibat yang sudah banyak orang ceritakan, akan tetapi lebih kepada ‘Kenyamanan’ si pemakainya maksudnya, Ketika seseorang sudah MERASA LEBIH NYAMAN dengan facebook dari pada yang lain, justru itulah bahaya yang paling besar. Mengapa?

Karena proses ini TIDAK DISADARI di mana perlahan segala hal yang sudah memang dekat dengan dirinya akan menjauh sedikit-demi-sedikit. Misal dalam hubungan suami istri, bisa jadi sang suami atau istri, ketika ada masalah, mereka akan lebih nyaman jika ber-facebook-an daripada mencari solusi berdua. Ketika seseorang memiliki persoalan hidup, dia lebih nyaman untuk mengungkapkan perasaan dan mencari solusi bahkan mencari ‘referensi’ untuk dijadikan jawaban hidup akan melalui facebook. Kekesalan, kemarahan, kesenangan, rasa gembira, sedih dll, lebih nyaman akan diobral melalui facebook ketimbang cara lain. Lebih memilih dan lebih merasa nyaman facebook-an dari pada membaca buku yang sebelumnya sudah terbiasa baca buku (tes saja, sebelum kenal facebook berapa buku bisa selesai dalam sebulan, dan berapa buku setelah nyaman dengan facebook) dll. Intinya, jika SUDAH MERASA NYAMAN ditemani facebook dalam segala suasana, mulailah PASANG KUDA-KUDA untuk berhati-hati. Karena letak bahayanya justru berangkat dari kenyamanan itu. Karena semua kasus yang terjadi di banyak berita, semuanya bermula dari RASA NYAMAN DITEMANI oleh Facebook.

Facebook PUN bisa membantu menjauhkan yang sudah dekat”

Pembaca yang budiman, semua itu memang kembali kepada masing-masing pengguna facebook, karena tiap individu memiliki filter pribadi yang berbeda-beda kekuatan dan kerapatan kisinya, maka berusahalah untuk selalu mawas diri.
Hanya sayang, tidak sedikit yang merasa sulit untuk menyadari kenyataan ini, karena memang paradigma dari luar sudah sebegitu kuatnya dalam fikiran tiap individu, ada yang berdalih daripada bengong gak ada teman curhat, lebih lega ada tempat mengadu dll (justru yang begini bahaya juga..). Marilah kita sadari bahwa sesuatu kebaikan yang terlahir pun tidak luput dari sisi negatif yang ikut lahir pula.

Tipsnya :
‘dengan menyadari adanya sisi positif dan negatif dari facebook, maka Berlaku Adil dan Bijaksana lah berinteraksi dengan facebook

Sumber : FP ARtikeL, reNungaN, kisaH mOtifasi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s