Mengapa Berdo’a Meminta Panjang Umur???

Do'a Umur PanjangMengapa Berdo’a Meminta Panjang Umur???

Sering kali kita mendengar seseorang berdo’a agar dipanjangkan umurnya. Kenapa harus minta panjang umur??? [1] Apakah enak hidup orang yang panjang umurnya?

Dan kalau manusia diberi kesempatan untuk menambah umurnya, berapa banyak kiranya yang akan dipinta olehnya?

50 tahun?   100 tahun?   1000 tahun?

Kalaupun umurnya ditambah 1000 tahun, kemudian setelah itu ia mau kemana??

Pasti umur juga akan habis, tidak ada yang kekal dan  tidak ada yang abadi di dunia! Hanya ALLAH azza wa jalla  Sang Pencipta yang Kekal dan Abadi.

Nabi Musa ‘Alaihissalam, pernah diberi tawaran tambahan umur yang mungkin lebih dari 1000 tahun (sejumlah rambut bulu sapi jantan yang tertutupi oleh tangannya)

Namun sebelum menerima tawaran tersebut, beliau bertanya kepada Allah:

قَالَ: ((أَىْ رَبِّ ثُمَّ مَهْ )) قَالَ: ((ثُمَّ الْمَوْتُ)). قَالَ: (( فَالآنَ))

 “Wahai Rabbi, setelah Hidup (sepanjang jumlah rambut di kulit lembu jantan), kemudian apa?? Maka Allah mengatakan, “Kemudian mati”. Maka akhirnya nama Musa mengatakan, “Kalau begitu sekarang saja”. (HR Bukhari Muslim)

Iya, kalau ternyata pada akhirnya juga mati, kenapa harus menanti waktu yang lama, maka lebih baik sekarang, dan tentunya Nabi Musa ‘Alaihissalam telah mempersiapkan diri untuk hal itu.

Allah menyatakan bahwa orang-orang yahudi adalah manusia yang paling ambisi untuk hidup lebih lama di dunia dan juga kaum musyrikin. (Lihat Al Baqarah 96)

Karena mereka adalah orang-orang yang tidak beriman dengan adanya kehidupan yang lebih baik di akhirat.

  • Lebih enak dari pada di dunia.
  • Surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
  • Lebih nyaman dari pada di muka bumi ini.
  • Tiada duka, tiada gunda, yang ada hanya suka dan tawa.
  • Hidup yang tiada akhirnya.

Dan semua itu bermula dengan berpisahnya ruh dari jasad kita! Maka kenapa harus minta panjang umur???

Resiko Panjang Umur

Sebelum meminta panjang umur, coba renungkanlah beberapa hal di bawah ini;

  • Orang yang panjang umurnya harus bersabar berpisah dengan orang-orang yang dicintainya.
  • Harus tabah ditinggal oleh istri atau suaminya.
  • Sabar menyaksikan kematian ayah dan ibundanya serta saudara-saudaranya.
  • Sabar menghadapi wafatnya buah hatinya.

Kalau dia memiliki 10 anak, maka ia harus tabah menghadapi anaknya mati satu persatu.

Setiap kali anaknya meninggal maka sepotong dari hatinya akan menghilang dan pergi bersama sang anak, maka hatinya akan terpotong-potong.

  • Dia harus bersabar ditinggal mati oleh kawan-kawan dan sahabat-sahabatnya.
  • Karena orang yang panjang umur, biasanya akan tinggal sendirian.
  • Kawan-kawan sebayanya sudah mati.
  • Anak-anaknya sudah mati.
  • Mungkin cucunya juga sudah mati.
  • Mau berteman dengan siapa?, biasanya sudah susah berkomunikasi.
  • Belum lagi kalau tubuh kita tidak sehat.

Maka, mintalah kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat, serta diselamatkan dari siksa kubur dan adzab neraka.


[1] Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam menganjurkan kepada Ummu Habibah, yang tatkala itu meminta panjang umur agar berdo’a yang lebih baik dan mulia yaitu berdo’a agar dijauhkan dari siksa kubur dan dari adzab Neraka. (HR Muslim, Kitab al Qadr, Bab Bayan Annal Aajal wal Arzaaq Wa Ghairaha La Tazied Wa La Tanqush ‘Amma Sabaq Bihil Qadr, no: 33)

———————————————————

(Oleh: Syafiq Basalamah, MA)

http://www.stdiis.ac.id/index.php/renungan-akhir-pekan-2/184-umur-panjang

Bolehkah Berdo’a Meminta Panjang Umur?

Oleh: Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri Hafidzahullah

Pertanyaan:
Apa hukum berdo’a untuk meminta umur panjang?

Jawab:
Boleh, tetapi hal itu menyelisihi yang lebih afdhal.

Berdasarkan hadits Ummu Habibah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Ya Allah, panjangkanlah (umurku) dengan suamiku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan dengan ayahku Abu Sufyan, dan dengan saudaraku Mu’awiyah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,
“Engkau telah meminta kepada Allah ajal yang telah pasti, dan rezeki yang telah dibagi. Seandainya engkau meminta kepada Allah untuk memasukkanmu ke dalam jannah dan menyelamatkanmu dari neraka (maka itulah yang lebih baik, ed.).”

Beliau menunjukkan untuk Ummu Habibah apa yang lebih afdhal. Sekalipun boleh untuk meminta panjang umur, berdasarkan hadits: Sesungguhnya Nabi bersabda kepada seorang perempuan: “Hartanya umurnya yang panjang”.

Dan dalam hadits bahwasanya Nabi bersabda kepada ‘Abdullah bin Busr: “Hiduplah seabad”. Maka dia pun hidup seabad, sedangkan satu abad itu 100 tahun.

(Sumber: Al-Hatstsu Wattahridh Ala Ta’limi Ahkamil Maridh)

http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/05/bolehkah-berdoa-meminta-panjang-umur/

Iklan

8 comments on “Mengapa Berdo’a Meminta Panjang Umur???

  1. Assalaamu’alaikum..
    Alhamdulillah…
    Kajian yg sangat bermanfaat dan saya sangat setuju sekali dengan uraiannya. Ijinkan saya utk berbagi.
    Fenomena yg terjadi dan pd umumnya bahwa Do’a ini (panjang umur) adalah baik, asalkan disertai dg bertambahnya segala kebaikan dan ketaatan kpdNya.
    Padahal jika saja kita mau berfikir sejenak dg tdk disertai keinginan/nafsu dan pemikiran kita, apakah yg baik itu sudah pasti benar? apakah sdh dpt dipastikan dg panjangnya umur, kita akan taat kpdNya? Idealnya memang harus, namun bagaimana jika sebaliknya?
    Apabila kita hanya menuruti nafsu dan keinginan kita maka sepintas memang itu dpt dibenarkan. Namun dibenarkan oleh siapa? Apakah Allah membenarkan dan memerintahkan demikian?
    Spt salah satu ayat yg sudah dijelaskan saudara kita diatas (QS 2:96), pd ayat tsb sangat jelas dan gamblang sekali. Dan masih banyak lagi ayat dlm Al-Qur’an yg menyinggung soal umur : (QS 7:34) (QS 35:11) (QS 36:68)
    Dari ayat2 tsb, apakah kita masih menganggap bahwa doa itu baik dan dibenarkan oleh Allah? Memang do’a adalah perintah dan intinya ibadah. Namun apabila perintah itu kita ganti dengan mengerjakan yg tdk diperintahkan, maka dalam QS 2:59 disebut oleh Allah bahwa kita termasuk orang zalim dan fasik, Naudzubillah..
    Mohon maaf ya saudaraku, komentarnya agak kepanjangan. Mudah2an dari apa yg sdh anda uraikan dan tambahan komentar ini dpt menggugah saudara2 kita yg lainnya agar merenungi kembali bahwa do’a panjang umur adalah permintaan yg diajukan oleh iblis : (QS 7:14) (QS 15:36) (QS 38:79) dan jika kita masih melakukannya, apakah berarti tdk ada beda dg iblis Laknatullah…??
    Yang benar dari Allah dan yg salah dr sy pribadi.
    Wassalaamu’alaikum..

  2. Umur panjang secara mutlak bukanlah hal yang terpuji. Karena umur panjang belum tentu berkah. Lebih tepat jika meminta keberkahan umur bukan meminta umur panjang. Sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendoakan Anas bin Malik:

    اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

    “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480)
    Nabi tidak mendoakan secara mutlak, tapi beliau iringi dengan doa keberkahan.
    Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin pernah ditanya tentang hukum memberikan ucapan “semoga panjang umur” Syekh mejawab, Tidak selayaknya mengucapkan “semoga panjang umur” secara mutlak, tanpa diikuti dengan kriteria yang lain. Karena panjang umur terkadang baik dan terkadang buruk. Padahal, manusia terjelek adalah orang yang panjang umurnya dan jelek amalnya. Oleh karena itu, andaikan ucapan yang disampaikan, “Semoga Allah memanjangkan usiamu di atas ketaatan” atau yang semacamnya maka ini tidak mengapa. (Fatawa as-Syimaliyah, Hal. 24)

  3. waduh ini aliran apalagi, masa anda tidak menahu usia terpanjang nabi nuh 900tahun pada saat itu, dan berdoa panjang umur di wajidbkan, masa ada seperti habib ahmad al kaff mengatakan yg berdoa panjang umur itu adalah IBLIS? tidak salah ya masa IBLIS saja yg boleh panjang umur, MANUSIA dilarang,aneh sekali , ISLAM sekarang bayak aliran, dari zaman kakek dan nene saya beliau meninggal di usia 101 thn unk kakek dan nenek 90th ditahun 2012 beliau adalah guru agama dan mereka mengajarkan doa panjang umur dan beliau mengajari anak cucu berdoa demikian dan berbuatlah amal kebaikan sama dengan amal jariah kelak untuk membawamu di akherat, tetapi sekarang dengar ceramah di TV kok dilarang berdoa panjang UMUR ? ini sepertinya yg ceramah IBLIS berwujud MANUSIA. makanya pilah2 mana yg masuk akal dan tidak ceramahnya, begitu juga di AL’Quraan kalau tidak paham bahasa ALLAH tanyakan yg lebih ahli jangan berdasarjkan akal semata saja.

    DO’A MOHON PANJANG UMUR

    اَللّهُمَّ اِنَّانَسْـأَلُكَ طُوْلَ الْعُمُرِ بِـالطَّاعَةِوَاخْتِمْ لَنَابِـالْأَعْمَالِ الصَّلِحَةِ.
    “Alloohumma innaa nas-aluka thuulal ‘umuri bith thaa ‘ati wakhtimlanaa bil a’maalish shaalihati”.
    Artinya :
    “Wahai Tuhanku, kami memohon kepada Engkau umur panjang dengan selalu digunakan untuk taat dan akhirilah umur kami dengan melakukan perbuatan yang baik”.

  4. ini mengomentari artikel di atas atau orang yang ceramah di TV? jika mengomentari artikel di atas, hendaknya dibaca lagi artikel di atas dengan baik sehingga tidak salah memahami.

  5. Pahamilah boleh dan silahkan memintalah umur panjang,tp bertanggung jawablah karena apa yg kita lakukan didunia,berdampak akheratnya, berpeganglah pada Alqur’an dan Hadist insya alloh selamat dunia akherat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s