Bersyukur Yuk!

bersyukurBetapa sering kita berpikiran picik, akibatnya kita terbelenggu oleh kepicikan pikiran sendiri. Sebagai contoh, ketika anak kita minta dibelikan sepeda, sering kali kita menjawab : ya kalo nanti ayah sudah punya REJEKI, insyaAllah ayah belikan sepeda. SUBHANALLAH, sesempit itukah rejeki Allah? Betapa banyak rejeki yang hingga saat ini terus tiada henti Allah berikan kepada kita. Karenanya Allah berfirman:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Andai engkau hendak menghitung nikmat Allah niscaya engkau tidak kuasa melakukannya, sejatinya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl:18)

Saudaraku, mungkin ini salah satu penyebab sempitnya rejeki kita. Karena ternyata selama ini kita mengingkari banyak nikmat Allah. Alih-alih mensyukuri, menyadari saja tidak, mengakui saja tidak.
Tidakkah kita telah membaca atau mendengar firman Allah berikut :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan ingatlah tatkala Rabmu / Tuhanmu mengumandangkan bahwa andai kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan (nikmat) kalian, namun bila kalian kufur, sejatinya siksaku sungguh pedih. (QS. Ibrahim:7)

Ya Allah ampunilah khilaf kami selama ini, dan bimbinglah kami agar dapat mensyukuri nikmat-nikmatMu.

Sumber : Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA’s Post

Artikel Terkait :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s