Pujian Pun Merupakan Ujian

pujian_itu_ujianAda kalanya di antara kita senang sekali dengan pujian. Sangat berbangga dengan pujian-pujian yang akan mengantarkan kita ke pintu Riya’. Berbangga diri akhirnya merasa paling benar, paling pintar, paling cantik dan lain sebagainya. Bukankah kita dan bumi seisinya adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala jua lah? Tak ada yang harus dibanggakan, tak ada yang bisa disombongkan sama sekali tak ada alias NOTHING.

Dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa ada orang yang memuji temannya yang ada di samping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Celakalah engkau, kau telah menggorok leher saudaramu. Kau telah meggorok leher saudaramu!” (HR. Bukhari Muslim)

Apa yang harus dikatakan ketika memuji? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

إذا رأى أحدكم من أخيه مـا يعجبه, فليدع له بالبركة

“Jika salah seorang di antara kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, maka hendaklah dia mendo’akannya agar diberikan keberkahan kepadanya.” [Hadits shahih, riwayat Imam Malik dalam al-Muwaththa’ (II/716 no.2), Ibnu Majah dalam Shahih-nya (II/265) dan Ahmad dalam Musnad-nya (III/447)]

Maasyaa Allaah (atas kehendak Allah), tidak ada kekuatan melainkan hanya dengan (pertolongan) Allah. Yaa Allah, berikanlah berkah padanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s