Kunjungan Wanita Syi’ah (2)

Syi'ahSetelah selesai shalat Isya’ beberapa menit kemudian datanglah mereka ke rumah Aisyah. Tapi Aisyah lihat mereka bersama seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa Islaminya. Berjubah putih dan imamah hitam. Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa inilah orang yang akan mereka andalkan dalam mendakwahi kami sekeluarga.

Wanita-wanita itu beri salam dan Aisyah jawab salamnya dengan senyum tapi Aisyah tidak langsung persilahkan masuk rumah.

Saya: Afwan ukh, tunggu dulu. Sebelum masuk rumah, Aisyah harus minta izin dulu pada mahram Aisyah sebab kalian membawa seorang lelaki.

Mereka mengangguk saja dan senyam senyum manis.

Saya: Bang, apakah laki-laki ini boleh masuk? Abang: Boleh.. biar abang yang menemani kalian.

Kemudian masuklah mereka semua dan memperkenalkan laki-laki yang ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki-laki itu yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian mereka. Singkat cerita, setelah basa basi selama 3-4 menit maka dakwah mereka pun dimulai.

Tamu: Mbak Aisyah nama lengkapnya siapa? Saya: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman Salsabila. Kenapa ya ukh? Tamu: Waaaw panjang juga ya hehe.. Oh enggak hanya kami ingin memanggil mbak dngn nama yg lain. Bagaimana jika kami panggil dengan Salsa saja?

Aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan nama Aisyah sebab serupa dengan nama istri Rasulullah, dan mereka sangat benci kepada Ummul Mukminin.. na’udzu billah min dzalik

Saya: (senyum-senyum) boleh juga, tapi boleh tau alasannya apa ya ukh? Tamu: Kami tidak menyukai nama itu sebab ………. (dia cerita cukup panjang dan intinya menjelek-jelekan Ummul Mukminin).

Tiba-tiba si laki-laki yang mereka ajak itu ustad Syi’ah (US) angkat suara.

US: Aisyah itu adalah pendusta dan pezina. Semoga Allah membakarnya di neraka.

**Mendengar ucapan orang bodoh ini mata Aisyah spontan tertutup dan hati Aisyah terasa bergetar.. Kemudian Aisyah tundukkan kepala dan mengucap istighfar dan memohon pada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- agar dikuatkan mendengar fitnahan dari mulut-mulut yang masih jahil. Kemudian setelah tenang, Aisyah angkat kepala dan senyum pada mereka dan membuat situasi seolah-olah Aisyah tidak tau tentang hal itu.

Saya: Masya Allah, benarkah begitu ustad? US: Benar, dialah penyebab wafatnya Rasulullah, dia yang meracuni Rasulullah hingga wafat.. semoga laknat selalu menyertainya.

Aduuuh air mata Aisyah menetes mendengar ucapan orang ini. Dalam hati bagai tersayat-sayat.. Seorang ibu dihina di depan anak-anaknya. Rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. Aisyah lihat Abang Aisyah sudah genggam-genggam tangan dan menahan geram. Sebelumnya Aisyah sudah ingatkan kepada Abang Aisyah bahwa diskusi ini tentu akan membuat hati panas, Aisyah minta abang tetaplah sabar ya, iya katanya. Abang Aisyah berpostur tinggi besar dan mantan orang jahat di Kalimantan tapi penjahat dapat hidayah. Alhamdulillah dia bisa tenang kali ini.

Saya: Astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya? Tamu: Kok fitnah mbak? Itu nyatanya. Nih kami bawa kitab tafsirul iyas (kitab Syi’ah) di dalamnya terdapat bukti, bahkan Abdullah bin Abbas mengatakan Aisyah adalah seorang pelacur. Ini ada kitabnya.

Dia keluarkan kitab tapi Aisyah lupa nama kitabnya, ada rijal-rijalnya gitu nama kitabnya. Ma’rifat rijal kalau tidak salah dan Aisyah lihat memang isinya benar seperti yang mereka ucapkan.

Singkat cerita, mereka terus menghina Aisyah dan Sahabat sampai telinga ini seperti sudah bengkak. Akhirnya Aisyah tidak tahan dan katakan pada mereka.

Saya: Sebentar ustadz, Aisyah mau ambil kitab Syi’ah punya Aisyah. Ada yang ingin Aisyah tanyakan mengenai isinya. US: Silahkan.

Aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri mereka. Mereka orang yang cerdas atau cuma bisa ngomong besar. Dan pertanyaan ini juga pernah ditanya oleh Syaikh Adnan kepada seorang Syaikh Syi’ah tapi Syaikh Syi’ah malah bingung jawabnya.

Saya: Nih dia kitabnya. US: Oh saya juga punya itu, al ghaibah, kebetulan saya bawa hehe. Saya: Oh iya, kebetulan.. Tamu: Hehe Allah memudahkan urusan kita hari ini.

Senyum-senyum kecil Aisyah melihat tingkah laku mereka. Saya: Begini ustadz, di dalam kitab ini ada disebutkan tentang beberapa wasiat Rasul kepada Imam Ali. Benarkah ini ustadz? US: Halaman berapa? Saya: 150 no 111 US: Sebentar saya lihat. US: ya benar, lalu apa yang ingin ditanyakan dari wasiat yang mulia ini?

Saya: Masih berlakukah wasiat ini ustadz? US: Tentu, sampai hari kiamat.

Saya: Di dalam kitab ini Rasul berwasiat  “yaa ‘aliy anta washiyyi ‘ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa ‘ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man tholaqtuha fa ana baru-un minha”.

US: hmmm,, hmmm,, Saya: Benarkah ini ustadz? US: Bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.

Saya: Isi wasiat ini adalah “wahai ‘aliy engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul bait) baik itu yang masih hidup maupun yang sudah wafat antara mereka, dan juga ISTRI-ISTRIKU. Siapa di antara mereka yang aku pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak dan barang siapa yang aku ceraikan maka aku berlepas diri darinya, ia tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang mahsyar.” benarkah ini ustadz..

US: Benar ini wasiatnya. Saya: Yang ingin saya tanyakan, apakah Aisyah Istri Rasulullah itu pernah dicerai oleh Rasulullah? US: hhhmmm tidak.. Saya: Apakah Aisyah dipertahankan Rasulullah sampai Rasulullah wafat? US: Hmmm ya benar.. Saya: Lalu kenapa tadi ustadz bilang Aisyah itu masuk neraka sedangkan dalam wasiat ini Aisyah tergolong orang yang masuk surga?? US: Hmmm bukan seperti itu maksud dari wasiat ini Mbak Salsa. hmmm hmmm..

Aisyah senyum melihat tingkah si ustadz dan Aisyah lirik wanita-wanita Syiah itu mulai hilang senyumnya.

Saya: Entahlah ustadz tapi inilah isi dari kitab Syi’ah dan ini adalah wasiat dari Rasulullah berarti wasiat ini tidak lagi dianggap oleh orang Syi’ah sendiri ya ustadz?

US: Oooh tidak begitu tapi,, tapi bukan begitu cara menafsirkannya.

Dan akhirnya dia menjelaskan tentang penafsirannya tapi sedikitpun tidak masuk akal bahkan wanita-wanita Syi’ah itu sendiri pun terlihat bingung mendengar penjelasan si US. Aisyah lirik Abang Aisyah senyum-senyum hiihihi.

Abang: Ustadz, saya tidak faham dengan penjelasan antum, mohon diulangi ustadz. hehe..

Si US mulai gerah. US: Begini, intinya hadits wasiat ini dinilai oleh ahli ilmu hadits Syi’ah dan tentunya berdasarkan ilmu hadits Syi’ah adalah lemah sekali bahkan sampai derajat palsu.

Wah ini ustadz mulai aneh tadi katanya wasiat ini masih berlaku sampai hari kiamat, sekarang menyatakannya sebagai hadits palsu. Aisyah diam beberapa saat memikirkan bagaimana cara membuat orang ini terdiam dan malu karena pendapatnya sendiri.

Saya: Sudah sudah cukup, mungkin ini terlalu rumit pertanyaannya. Nih ada pertanyaan lagi ustadz. Seperti yang pernah saya dengar bahwa Syi’ah menganggap bahwa Ali lah yang seharusnya menjadi khalifah setelah wafatnya Rasulullah, apakah benar ?

US: Ya benar sekali tapi Abu Bakar rakus akan kekuasaan sampai-sampai dia berbuat kedzaliman dan makar yang besar diikuti pula oleh Umar dan Utsman.

Saya: Apakah ada dalil yang menunjukkan Ali sebagai orang yang dipilih Rasul menjadi khalifah sesudah wafatnya Nabi?

US: Tentu ada, hadits ghodir khum, ketika Nabi sedang menunaikan haji wada’ disertai beberapa orang Sahabat besar, Nabi berkata kepada Buraidah “Hai Buraidah barangsiapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin.”

Saya: Ustadz, kalau saya tidak mengamalkan dan sengaja menolak apa yang diperintahkan Nabi, kira-kira apa hukuman buat saya ustadz? US: Mbak Salsa bisa dihukumi kafir karena mendustakan Nabi.

Saya: Astaghfirullah berarti Imam Ali pun telah kafir dalam hal ini ustadz sebab dia tidak mengindahkan perintah Nabi, jika memang ini dalil yang menunjukan Ali sebagai khalifah bahkan Imam Ali membai’at Abu Bakar, maka Abu Bakar pun dihukumi kafir, begitu juga Umar, dan semua Sahabat yang menyaksikan ketika itu semuanya kafir sebab yang menjadi pesan Rasul adalah man kuntu maulahu fa ‘Aliyyun maulahu, siapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin. Benarkah begitu ustadz? atau haditsnya palsu juga?

US: Hmmmm. haditsnya shahih.. tapi bukan begitu juga maksudnya.

Saya: Tapi tunggu ustadz, sebelum ustadz jelaskan maksudnya saya ingin tanya lagi biar kelar. Apakah setelah Imam Ali yang akan menjadi khalifah adalah anaknya al Hasan?

US: Ya benar sekali tidak bisa dipungkiri. Saya: Ada dalilnya? shahih apa tidak?

US: Ada, shahih jiddan.

Saya: Bagaimana bunyinya?

US: Wahai Aliy engkau adalah khalifahku untuk umatku sepeninggalku, maka jika telah dekat kewafatanmu maka serahkanlah kepada anakku Al Hasan, hadits ini cukup panjang menjelaskan tentang 12 Imam.

Saya: Ustadz coba lihat kembali kitab al ghaibah yang tentang wasiat Rasul tadi. Tidakkah isinya sama dengan yang baru saja ustadz sebutkan?

US: Sebentar.. US: Oh iya sama. Saya: Bukankah tadi saat kita membahas tentang keberadaan Aisyah di surga, ustadz katakan hadits ini palsu tapi sekarang saat membahas tentang dalil kekhalifahan Ali dan Hasan malah ustadz balik katakan hadits ini shahih jiddan… >???

US: *(&^)*()(%^&&*

Aisyah melihat raut si US berubah dari biasanya, mau senyum tapi tanggung mau pulang tapi malu.

Saya: Ustadz, saya pernah dengar dari teman-teman saya bahwa Syi’ah itu suka taqiyah. Apakah ini bagian dari taqiyah itu?

Abang: Hahahaha.. ustad, akuilah bahwa Aisyah radhiallahu ‘anha adalah penghuni surga, Abu bakar adalah khalifah pertama, Umar kedua, Utsman ke tiga, Ali ke 4. Kita semua mencintai ahlul bait ustadz. Ali juga setia kepada kepemimpinan Abu Bakar, Umar dan Utsman dan Ali sangat mencintai ketiga sahabatnya bahkan sampai-sampai nama anak-anak Ali dari istrinya yag lain diberi nama Umar, Abu Bakar … Apakah ustadz mau menafikan itu semua?

US: hmmmmm.. (^&^^%(*( sebaiknya kami pulang saja.

Saya: Tunggu ustadz. Ustadz belum menjawab pertanyaan kami.

US: Sepertinya kalian sudah tau semua.

Saya: Oh berarti ustadz mengakui kebenaran ini?

US: Allahu a’lam, saya permisi dulu.

Husna: Bagaimana dengan kalian? (teman-teman wanita Syi’ah)

Tamu: Hmmm… (lirik kanan kiri)

Salah satu dari wanita Syi’ah angkat suara “Saya akan kembali lagi besok kesini dan saya harap Husna mau menemani saya”

US: Baiklah kalau begitu kalian tinggal di sini dan saya pamit. wassalamu ‘alaikum..

Kami: wa’alaikumussalam warahmatullah.

Selesai…

___________

Di bawah ini adalah scan kitab al ghaibah tentang wasiat Rasulullah kepada Ali tentang Istri dan juga 12 Imam yang dinyatakan palsu kemudian shahih jiddan oleh sang ustadz syi’ah.

Catatan: yang bergaris merah tentang wasiat Istri Rasulullah yang bergaris biru tentang wasiat kekhalifahan Ali dan Husain.

semoga bermanfaat

(Oleh : Aisyah Salsabila)

kitab syiah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s