Ngobrol dengan Seorang Nasrani (2)

keretaDi antara pembicaraan yang berlangsung antara saya dengan lelaki Nasrani di kereta SANCAKA SORE adalah masalah Syi’ah.

Karena saya secara terencana berusaha menyusupkan pesan-pesan dakwah dalam pembicaraan saya, maka nampaknya bapak tersebut ingin melakukan hal yang sama kepada saya. Karena itu dia menanyakan perihal PERPECAHAN yang terjadi di tengah-tengah ummat Islam. Ada sekte AHMADIYAH dan juga ada sekte SYI’AH yang terus menimbulkan keributan di tengah-tengah ummat Islam.

Mendapat pertanyaan semacam ini saya merasa dibukakan kesempatan lain untuk menitipkan pesan pada diri bapak tersebut.

Saya memulai jawaban dengan berkata: oo, masalah ini adalah masalah yang biasa terjadi di setiap ummat. Dan kondisi serupa terjadi pula pada ummat Nasrani, ada Ortodok, ada Protestan dan ada pula sekte YEHUWA.

Sebagaimana ummat Nasrani meyakini kesesatan sekte YEHUWA, maka demikian pula ummat Islam meyakini kesesatan sekte AHMADIYAH DAN SYI’AH.

Sekte YEHUWA meyakini bahwa YESUS adalah manusia biasa, ia adalah seorang nabi bedanya menurut YEHUWA nabi isa adalah nabi terakhir, sedangkan kami UMMAT ISLAM meyakini bahwa nabi terakhir adalah NABI MUHAMMAD ALAIHISSALAM. YEHUWA juga meyakini bahwa Isa bukan tuhan, dan bukan pula anak tuhan. Mereka juga meyakini bahwa babi adalah haram, NYANYIAN GEREJA bukan ajaran nabi Isa, dan ideologi salib sesat karena nabi Isa alaihissalam tidak pernah dibunuh namun diangkat ke langit.

Sekte AHMADIYAH juga demikian halnya, mereka sesat karena meyakini bahwa mirza ghulam ahmad adalah nabi setelah nabi MUHAMMAD ALAIHISSALAM. Karena itu di negara asalnya, yaitu INDIA, PAKISTAN dan sekitarnya AHMADIYAH dianggap sebagai agama sendiri.

Sedangkan di negara kita ahmadiyah masih digolongkan sebagai bagian dari ummat ISLAM. inilah sejatinya yang menjadikan ummat Islam resah dan akhirnya timbul kerusuhan, karena ideologi ahmadiyah nyata-nyata menyimpang dan menodai ajaran agama Islam.

Adapun SYI’AH, maka mereka juga sekte menyimpang, karena meyakini bahwa sejatinya yang berhak menjadi nabi adalah ALI BIN ABI THOLIB. Menurut mereka malaikat Jibril Salah menyampaikan wahyu sehingga akhirnya nabi Muhammad yang menjadi nabi.

Sebagaimana sekte syi’ah juga meyakini bahwa keluarga nabi dan sahabat sahabatnya telah berkhianat dan keluar dari agama Islam. Karena terlalu jauh penyimpangan ideologi Syi’ah, maka wajar bila keberadaan mereka di tengah tengah ummat Islam selalu menimbulkan keresahan.

Kalau ummat Nasrani termasuk bapak meyakini bahwa sekte YEHUWA sesat karena alasan perbedaan yang sangat jauh dalam urusan ideologi maka alasan itu pula yang mendasari kami “ummat Islam” meyakini bahwa ahmadiyah dan syi’ah sesat.

Mendengar jawaban saya ini, bapak tadi segera berusaha mengalihkan pembicaraan ke tema lain. Bagi saya berganti tema pembicaraan tidak ada masalah karena menurut hemat saya, berbagai pesan telah berhasil saya sisipkan ke pikirannya. Semoga Allah membuka pintu hatinya untuka menerima hidayah.

[Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri]

Iklan

One comment on “Ngobrol dengan Seorang Nasrani (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s