Jangan Ajarkan Kami dan Anak-Anak Menjadi Permisif

permisifMembandingkan Bu A (merokok dan tato, berpendidikan SMP) sebagai pengusaha hebat VS Bu B (berjilbab, sopan, pendidikan tinggi) dengan kasus korupsinya; itu sangat tendensius dan tidak apple to apple.

Jangan menyalahkan/hina jilbabnya.
Jangan menyalahkan/hina santunnya.
Jangan menyalahkan/hina pendidikan tingginya.
Karena kita berharap anak-anak kita akan jadi pengusaha/orang yang sukses, tidak korupsi bersama dengan akhlak yang baik, menuruti perintah agama dan santun.

Bila hendak membandingkan penampilannya apple to apple, bandingkan Bu A dengan preman bertato yang merokok. Lalu berikan ilustrasi dan pencerahan agar preman tersebut bisa tercerahkan mempunyai semangat dan harapan bisa berprestasi dan menjadi hebat seperti bu A. Agar preman tersebut lebih baik meski masih bertato dan merokok.

Bila hendak membandingkan penampilannya apple to apple, bandingkanlah Bu B dengan Bu C yang berjilbab dan berprestasi serta anti-korupsi. Sehingga para pejabat berjilbab tidak hendak melepas jilbabnya karena takut dituduh pencitraan padahal korupsi. Sehingga para pejabat berjilbab bersemangat kontributif melayani rakyat sesuai amanah jabatannya dan menjaga imej jilbabnya seperti Bu C.

Jangan ajarkan kami dan anak-anak menjadi permisif, yaitu:

Tak apa melanggar syari’at, tak berjilbab, melukis tato asal sukses, pintar dan tak korupsi.
Tak apa tak ber-Islam menjadi pemimpin asal tegas, dan tak korupsi.
Tak usahlah mengurusi/peduli akhlak buruk pejabat asal tak korupsi. Meski akhlak buruknya terpampang menjadi sajian berita yang dapat ditiru semua.
Sedikit-sedikit kami digiring untuk menerima pembenaran terhadap “tak sesuai syari’at” asal tak korupsi, pandai dan “sukses”.

Kami tak ingin ada ruang bagi para pencela agama kami melalui celah-celah seperti ini. Seolah-olah berkata benar padahal isinya adalah hinaan terhadap syari’at Islam.

Semoga bisa dipahami.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s