Mengucapkan Selamat Natal Menurut Madzhab Syafi’i

no-natalYang mengaku bermadzhab Syafi’i… Mana komitmennya menyikapi ucapan selamat natal?

======

Asy-Syirbini (wafat 977 H) -rohimahulloh-, salah seorang ulama besar Madzhab Syafi’i mengatakan:

“Dan diberi HUKUMAN TA’ZIR, seorang yang mengikuti orang-orang kafir dalam hari raya – hari raya mereka… begitu pula orang yang memberikan UCAPAN SELAMAT kepada seorang kafir dzimmi di hari rayanya”. [Mughnil Muhtaj, Asy-Syirbini, 5/526].

Hal senada juga disebutkan dalam banyak kitab syafi’iyyah lainnya, di antaranya: Al-Iqna’ fi halli Alfazhi Abi Syuja’ 2/526, Asnal Matholib 4/162, Tuhfatul Muhtaj 9/181, Hasyiata Qolyubi wa Amiroh 4/206, Annajmul Wahhaj 9/244.

Bahkan lebih tegas lagi Ibnu Hajar Al-haitami (wafat 982 H) -rohimahulloh- mengatakan:

“Kemudian aku lihat ada sebagian para imam kami yang muta’akhirin telah menyebutkan keterangan yang sesuai dengan apa yang telah kusebutkan, dia mengatakan:

‘Di antara BID’AH YANG PALING BURUK adalah tindakan kaum muslimin mengikuti kaum nasrani di hari raya – hari raya mereka, dengan menyerupai mereka dalam makanan mereka, memberi hadiah kepada mereka, dan menerima hadiah dari mereka di hari raya itu, dan orang yang paling banyak memberi perhatian pada hal ini adalah orang-orang Mesir, padahal Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda: Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka’.

Bahkan Ibnul Hajj mengatakan:

‘Tidak halal bagi seorang muslim menjual kepada seorang nasrani apapun yang termasuk kebutuhan hari rayanya, baik daging, atau lauk, ataupun baju. Dan mereka tidak boleh dipinjami apapun (untuk kebutuhan itu), walaupun hanya hewan tunggangan, karena itu adalah tindakan membantu mereka dalam kekufurannya, dan wajib bagi PARA PENGUASA untuk melarang kaum muslimin dari tindakan tersebut’.”

[Fatawa Fiqhiyyah Kubro, Ibnu Hajar Al-Haitami, 4/239].

——–

Mungkin sebagian dari mereka beranggapan bahwa dengan mengucapkan selamat untuk hari raya mereka akan menjadikan mereka tertarik untuk masuk Islam… Tapi tidakkah mereka mengingat Firman Allah ta’ala (yang artinya):

“Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani TIDAK AKAN rela kepadamu, hingga kamu mengikuti agama mereka”. [QS. Albaqoroh: 120]

Begitu pula firmanNya (yang artinya):

“Orang-orang kafir akan TERUS memerangi kalian hingga mereka menjadikan kalian keluar dari agama kalian”. [QS. Albaqoroh: 217].

Jika mereka ingin umat lain masuk Islam, maka hendaklah mereka mendakwahi mereka dengan sesuatu yang dibenarkan oleh syariat, misalnya dengan akhlak mulia dan dakwah yang penuh hikmah. Ingatlah tujuan yang mulia haruslah ditempuh dengan jalan yang mulia pula. Wallohu a’lam.

(Ustadz Musyafa Ad Darini, Lc., MA)

Iklan

One comment on “Mengucapkan Selamat Natal Menurut Madzhab Syafi’i

  1. Revisi !!!
    Siapakah yang kafir sesungguhnya!!!!!!!!! Tuhan Kami mengajar kasih bagi setiap Umat manusia karena itu IA mengajarkan kepada kami untuk hidup saling menghormati, saling menhargai dan saling mengampuni. karena pula itu kami dilarang saling mencela, menghina dan melecehkan sesama manusia, karena barang siapa mencela, menghina dan melecehkan sesamanya sesungguh ia melakukan itu terhadap ALLAH sendiri karena sesungguh Manusia itu perwujudan diri ALLAH sendiri karna Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah sendiri
    Mengenai hal Kafir kami juga dilarang untuk mengatakan terhadap sesama manusia karena di katakan dalam Matius 5 : 22
    5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
    Mengenai Hal Penghakiman :kami juga dilarang, beberapa pasal Alkitab untuk menjadi perenungan kita mengenai hal Penghakiman
    Matius 7:1 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
    Lukas 6
    6:37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
    Ibrani 10
    10:30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”
    Roma 14
    14:4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.
    Roma 14
    14:3 Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.
    Roma 2
    2:1 Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.

    Dari hal – hal tersebut diatas dapat kami sampaikan sebagai sebuah perenungan untuk mengetahui siapa sesungguhnya yang kafir dan sekaligus menjastifikasi Agama Orang lain dan Ajaran Agama manakah yang sesungguhnya mengajarkan KASIH yang sesungguh :
    1. Dengan mengatakan ” KAFIR” kepada orang lain dan Agama Orang lain, Kita sesungguhnya telah melakukan Dosa besar karena telah menghina dan mencela ALLAH Pencipta langit dan Bumi yang telah menciptakan Manusia Serupa dan Segambar dengan ALLAH {Manusia adalah Perwujudan diri ALLAH)
    2. Dengan mengatakan Kafir kepada orang lain dan agama orang lain telah melakukan yang hal bukannya menjadi haknya,. Ia telah melakukan penghakiman terhadap sesamanya. Ia telah merampas Otoritas Tunggal ALLAH Sebagai hakim yang adil yang akan menghakimi Bumi dan langit serta Manusia.
    3. Dengan mengatakan ” KAFIR” kepada orang lain dan Agama Orang lain, sesungguhnya telah meproklamirkan dirinya Sebagai Orang Suci dan benar dan mensejajarkan dirinya dengan ALLAH, karena Allah sendiri saja yang Suci dan Kudus serta pemilik kebenaran sejati itu. Ingat lah bahwa hari penghakiman kita semua Umat akan mempertanggung jawabkan amal dan perbuatannya dan ALLAH sendiri yang memutuskan Anda dan Saya Nenaka atau SUrga

    ” INI HUKUM YANG TEUTAMA
    Matius 22
    22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
    22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
    22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
    22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s