Dialog Syaikh Ali Thontawi dengan Seorang Pemuda

Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam

Seorang pemuda mengatakan kepada Syaikh, “Saya tidak mengingkari bahwa sholat merupakan suatu kewajiban. Saya ingin sekali melaksanakan sholat. Namun setelah memperhatikan sebagian orang yang menjaga sholat, kondisi mereka malah membuat saya ingin lari dari melaksanakan sholat. Di sekolah kami ada seorang pemuda yang selalu menjaga sholat dan membaca wirid, tapi dia seorang Dajjal (pendusta besar) suka menipu, jauh dari sifat amanah dan istiqomah.

Akupun bertanya: “Apakah karena alasan itu engkau meninggalkan sholat?”

Dia menjawab, “Iya”.

Aku katakan, “Kalau begitu mengapa anda makan..?”

Dia menjawab, “Lalu apa alasanku untuk tidak makan..?”

Aku menjawab, “Karena diantara orang yang makan ada juga pencuri, penjahat, dan penipu.”

Dia menimpali, “Apa urusanku dengan mereka, makan adalah kebutuhan dasar demi kelangsungan hidup jasmani.”

Akupun membalas, “Begitu juga dengan sholat, ia merupakan kebutuhan ruh. Jadi apa sangkut pautnya antara kewajiban sholat dengan siapa yang kau sebut Dajjal itu?”

-Nuur Wa Hidayaah-

Catatan:

Bila sholat seseorang tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, itu berarti ada yang salah dari sholatnya. Mungkin saja sholat yang ia lakukan tak lebih dari sekedar gerakan tubuh tanpa makna. Raganya tegap berdiri namun hatinya lalai, padahal sholat adalah do’a, dan Allah tidak menerima do’a dari hati yang lalai.

|Cibubur 26 Sya’ban 1436 H |ACT El-Gharantaly

Iklan
By Bahtera Ilmu Posted in Shalat Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s