Tentang Niqob versus ‘Isi’

kisah cadarBismillaah

Tentang niqob versus ‘isi’

Kalo berharap orang berniqob itu akhlaknya udah pasti baik ilmunya tinggi amalannya segunung… lantas menjadikan alasan mendingan gak pake daripada pake tapi masi begini begini begini.. Ya kapan mau pake… Sama aja kaya kita berharap orang yang bajunya ‘nyakola’…setelannya terpelajar tapi kok kelakuannya gak semua terpelajar. Banyak kan kaya gitu. Tapi kayanya lebih santai kalo liat yang begitu. Gak smpe terpatri dalam hati.

Dulu juga kita pake aja baju ala wanita karir meskipun karir kita ga ‘karir-karir’ amat. Laki-laki pake jas or kemeja ala pimpinan perusahaan dengan rambut kelimis biar kaya keren padahal mah bukan jabatan apa-apa juga kan…

Jadi jangan pake alesan belum mau pake karena ilmu belum ada..akhlak masih begini..atau lebih parah karena baru bertemu beberapa orang yang qodarullah iman, akhlak dan ilmunya sedang dalam tahap perbaikan (kaya saya gini) lantas jadi alesan mencap semua orang berniqob itu begini begitu..banyak kekurangan. Makin kita mencap begitu Allah tutup jalan-jalan hidayah. Hati makin sempit.

Tapiii…. Begitu kita menerima uzur orang lain..masyaallah kita pelan-pelan Allah pertemukan dengan orang-orang yang sesuai dengan harapan kita tentang niqoby. Saya pernah ketemu dengan yang cantik banget dan baik. Pinter banget, kaya harta jangan ditanya tapi kepahaman agamanya subhanallah. Ada yg ‘alim tapi rendah hatinya masyaallah bikin malu. Yang hafidzah muda belia cantik juga banyak. Yang dikasih keterbatasan bicara dan mendengar tapi menutup aurat dengan sempurna dan bersyukur masih Allah beri kesempurnaan pada anggota badan yang lain.

Jadi jangan terlalu cepat menilai orang-orang hanya dari segelintir yang baru kita temui saja. Siap-siap kecewa aja kalo patokannya manusia. Manusia tempat salah. Cukup Nabi Muhammad dan para sahabat sahabiyah yang jadi rujukan. Gak akan kecewa. Makin banyak tau kisah Nabi dan para Sahabat akan makin cinta dan ada rasa maluuuuuuuu apa sih yang kita kerjain ini.

Belain agama nggak. Amal sungguh-sungguh kaya mereka belum bisa. Iman masih keluar masuk.. Jadi ya belajar satu-satu aja. Taat satu-satu. Taat tutup auratnya. Ketaatan yang satu akan Allah giring menuju ketaatan-ketaatan lainnya kok… Insyaallah kelak akan dipantaskan. Kalo keburu meninggal sebelum sempurna? Kelak akan dibangkitkan dengan orang-orang yang kita cintai. Yang kita teladani selama hidup. Meskipun amalan kita gak secanggih Nabi, sahabat, ulama dan para tabi’in.

Barakallaahu fiikum

Bunda Kaska

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s