Working Mom vs Full Time Mom

workingmomBismillaah

Sekedar sharing saja
Working mom vs full time mommy

Beredar screenshot tentang percakapan ibu bekerja dan ibu rumah tangga. Ibu bekerja agak meledek kenapa gelarnya gak dipakai malah jadi ibu rumah tangga. Lalu ibu RT balasnya: ya kan bagus anak-anak diajar sama yang lulusan sarjana dibanding anak-anak yang ditinggal kerja diurusnya sama (pembantu) yang lulusan SD.

Nah loh. Bangga gitu? Kayanya gak berhak sombong sih meskipun dalam posisi diledek yah. Kalo iya sih sarjana teh paham agama, masih agak terbayang memang benar anak insya Allah aman sama ibunya sendiri. Tapi maaf maaf banget nih kalo kita gak ngerti agama. Apakah gak mending diasuh pembantu lulusan Madrasah tapi anaknya ikut-ikut sholat, ikut-ikut ngaji dll. Daripada sehari-hari diasuh mama yang sarjana tapi gak ajarin tentang Allah dan ibadah lain.

Jadi maksudnya. Ya jangan lah saling merendahkan juga membanggakan macam gitu. Kalo ada yang seolah merendahkan posisi kita sebagai ibu rumah tangga, ya bagus dong supaya kita makin rajin belajar. Da saya mah malah malu dengan gelar tapi kenyataannya gak bisa apa-apa kalo udah urusan sama anak mah… Bingung…ilmunya kan gak diajarin di bangku sekolahan. Ternyata ilmunya dari Allah saja. Ilmu jadikan sabar dan sholat sebagai penolong.

Mungkin kesarjanaan itu berguna dalam beberapa hal ya, karena alhamdulillaah mesti diakui ada manfaatnya kaya pola pikir, perencanaan, terbiasa dalam tekanan, terbiasa menyelesaikan masalah dll itu terbina dalam beberapa tahun. Tapi ketika itu nggak disambungin dengan agama, gak ada artinya. Malah mungkin “kepintaran” itu bisa bikin kita makin jauuuuuhhh ajarin anak kita dengan Allah.

Sorry to say..
Banyak kok memang ibu-ibu pintar itu jadinya malah terlalu banyak cari referensi. Segala mesti ada literaturnya, mesti masuk akal, mesti hasil penelitian yang terpercaya, susu mahal, sekolah mahal dll. Dan sayangnya bukan referensi Qur’an Hadits atau rujukan ulama. Lupa bahwa anak-anak itu titipan Allah. Bukan kita yang mau bentuk-bentuk seenaknya. Kita harus ingat itu harus dibentuk sesuai yang menitipkan pada kita.

Sekarang ya sama-sama saling menghargai aja. Ingat kita kan gak tau alasan masing-masing. Jaga ucapan. Mungkin dia juga maunya di rumah tapi ada kendala yang kita gak kebayang juga kalo di posisi dia. Dan yang sudah bisa di rumah, syukuri alhamdulillaah Allah sudah kasih kesempatan banyak waktu sama anak. Jadilah teladan yang super keren dalam ketaatan pada Allah. Teruslah belajar dan perdekat hubungan sama Allah.

Yang masih kerja mungkin mati-matian merindukan kebersamaan dengan anak. Jadi pas datang berusaha membayar waktu yang hilang dengan sungguh-sungguh perbaiki kedekatan dengan anak. Eh ini geura si bubun yang 24 jam bareng anak malah karena sudah biasa jadi banyak menyia-nyiakan waktu kebersamaan dengan anak.

Kaya saya plak plak plak!!!! kalahka anteng FB-an dan balas orderan. Insya Allah ini sedang dalam proses perbaikan. Semoag Allah mudahkan. Semoga Allah tunjukkan jalan-jalan hidayah.

Barakallaahu fiikum

Note :
Bun bun..make peace not war yah…
Apapun pilihannya, saling menghargai saja.

Ibu kerja atau ibu rumah tangga
KB atau nggak
Anak banyak atau sedikit
Vaksin atau no vak
Homeschooling atau sekolah
ASI atau sufor
Lahiran normal atau caesar
Rumah berantakan atau rapi
Khadimat atau dikerjain semua sendiri
Dll never ending topic emak-emak.

Sok sing balageur biar anak-anaknya juga balageur saroleh kaya ibu-ibunya.
Aamiin

Bunda Kaska

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s